Thursday, August 23, 2018

Penanaman Mangrove di Desa Klidang Lor

Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang merupakan salah satu daerah pesisir di Kabupaten Batang. Potensi dari Klidang Lor salah satunya adalah Pantai Sigandu yang telah lama dikenal masyarakat Batang sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Namun, sekarang ini Pantai Sigandu telah mengalami abrasi pantai yang cukup tinggi. Atas dasar itu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2018 mencanangkan dilakukannya kegiatan penanaman mangrove. Mangrove sendiri memiliki salah satu fungsi yaitu dapat meredam ombak dan abrasi. Kemampuan mangrove inilah yang sangat berguna di pantai-pantai dengan ombak berarus kencang sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi seperti yang terjadi di daerah pesisir Kecamatan Batang. 
 
Kegiatan penanaman mangrove
Rabu (08/08) - Dilaksanakan kegiatan penanaman mangrove dengan tema “Penanaman Mangrove untuk Pengembangan Wilayah Pesisir: Upaya Mitigasi Bencana Abrasi Pantai” yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2018 Klidang Lor Batang di Dukuh Pungkursari. Acara ini merupakan kegiatan kolaborasi mahasiswa di Klidang Lor dan Karangasem Utara, dimana kegiatan dihadiri oleh Tim SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) PMI dari Klidang Lor dan Karangasem Utara, Kelompok Tani Mitra Tani, dan perwakilan dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batang serta Palang Merah Indonesia. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Prismabella Wilis, mahasiswa Ilmu Kelautan yang ditempatkan di Klidang Lor, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bapak Nurhadi selaku perwakilan dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batang. Dalam sambutannya, Bapak Nurhadi sangat berterimakasih kepada para mahasiswa KKN UNDIP yang telah mengadakan kegiatan penanaman mangrove di wilayah Batang, terutama di daerah abrasi tinggi, harapannya dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti diatas mahasiswa maupun masyarakat dapat terus aktif dalam melakukan pelestarian lingkungan terutama di wilayah pesisir. 
Foto bersama pasca kegiatan penanaman mangrove
Penanaman mangrove dilakukan oleh kurang lebih 30 peserta dengan jumlah 250 bibit mangrove di bantaran sungai Dukuh Pungkursari. Lokasi tersebut merupakan lokasi penanaman mangrove yang dikelola oleh Palang Merah Indonesia bekerja sama dengan American Red Cross. Menurut Tim SIBAT PMI, kendala penanaman mangrove yang ada di kawasan pesisir Kecamatan Batang adalah masih banyaknya pemancingan liar di kawasan penanaman mangrove yang dapat merusak bibit yang baru ditanam, selain itu juga adanya penebangan pohon mangrove untuk dimanfaatkan kayunya. Tim SIBAT PMI sendiri telah berusaha untuk mengatasi masalah-masalah tersebut secara perlahan dan memberikan pengertian serta pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove. Salah satu upaya tersebut adalah dengan adanya Mangrove Education Center (MangEC) yang ada di Sigandu, Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang. MangEC ini merupakan tempat penyemaian dan pemeliharaan mangrove, serta dibukanya edukasi mengenai ekosistem mangrove untuk warga maupun para pelajar di daerah Kabupaten Batang.


EmoticonEmoticon